Serial Nomaden: Nasyiatul Asiyiyah Kotim dalam Kenangan

by - Friday, January 11, 2019

Hai, Bloggers!

Kita masih di serial nomaden, ya ...
Kali ini tentang Nasyiatul Aisyiyah

Nasyiatul Aisyiyah, adalah organisasi remaja putri, yang merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Organisasi yang berdiri pada tanggal 28 dzulhijjah 1345H, atau bertepatan dengan tanggal 16 Mei 1931. Sumber :Wikipedia.org

Organisasi ini biasanya dikenal juga sebagai organisasi Puterinya Muhammadiyah. Dengan kata lain Nasyiatul Aisyiyah adalah penyambung estafet perjuangan Muhammadiyah dalam mengemban misi menyampaikan dakwah amar ma'ruf nahi munkar dengan menyasar pembinaan dan pencerahan pada remaja putri dan ibu-ibu muda.



Perkenalan pertamaku dengan Nasyiatul Aisyiyah saat masih menjadi guru di SMK Muhammadiyah Sampit. Kebetulan, salah satu guru yang bernama ibu Etty Silviani adalah sekretaris umum Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Waringin Timur.
Mendengar aku pernah aktif di Ikatan Remaja Muhammadiyah saat kuliah. Bu Etty segera saja merekrut menjadi anggota Nasyiatul Aisyiyah Kotim.

Keikutsertaanku masuk kedalam organisasi Nasyiatul Aisyiyah menambah rasa bahagia di hati. Bagaimana tidak. Dulu, guru-guruku sering memberi nasihat. Dalam menebar kebaikan sebaiknya dilakukan berjama'ah dari pada sendirian. Selain jangkauan kebaikannya bisa lebih luas, kita pun memiliki teman untuk saling mendukung dan menyemangati.

Apa yang kulakukan sekarang sudah tepat tentunya. Bergabung dengan Nasyiatul Aisyiyah adalah upayaku ikut serta melaksanakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar, melaksanakan dan memberikan pencerahan terhadap perempuan seperti visi dan misinya Nasyiatul Aisyiyah, yang juga sebagai perpanjangan tangannya Muhammadiyah. Berharap bisa meninggalkan jejak kebaikan walaupun kecil, bersama orang-orang yang mempunyai tujuan sama.

Selama keterlibatanku di Nasyiatul Aisyiyah Kotim, kami beberapa kali menyelenggarakan kegiatan, seperti mengadakan pesantren kilat ketika bulan Ramadan, menyelenggarakan pelatihan kader, bakti sosial, safari dakwah dan lain- lain. Biasanya untuk mengadakan kegiatan Pesantren Ramadan dan pelatihan kader kami bekerja sama dengan abang-abang dari Pemuda Muhammadiyah. Sedangkan sisanya, bekerja sama dengan Muhammadiyah, Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah.

Entah, apa memang tipikal orang Sampit atau hanya kebetulan saja, namun, satu yang menjadi catatanku. Orang Sampit mudah bekerja sama. ketika di Nasyiatul Aisyiyah Kotim pun aku berjumpa dengan situasi ini di mana orang-orangnya mudah diajak bekerja sama. Kalau kami mengadakan kegiatan, gampang saja bagi kami mendapat bantuan dari Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah. Baik bantuan dana, tenaga dan lain sebagainya. Seolah-olah semua orang berlomba-lomba menanamkan kebaikan, menyumbangkan apa saja yang ia bisa dan yang ia dimiliki.

Ada satu cerita unik soal saling membantu ini. Ketika mempersiapkan paduan suara untuk menyanyikan lagu mars Muhammadiyah, dalam rangka menyambut kedatangan pak Amien Rais. Orang yang menjadi pelatih paduan suaranya justru non muslim, yang merupakan teman dari bu Etty. Unik tapi aneh juga, apalagi saat si pelatih santai saja menyanyikan bait “al-islam agamaku, Muhammadiyah gerakanku” padahal ia sendiri penganut kristiani. Pemandangan yang sejauh ini baru kutemukan di Sampit saja.

Kentalnya suasana persaudaraan, yang saling mendukung dan bekerja sama, akan semakin terasa manakala ada event besar seperti Milad Muhammadiyah atau kedatangan tokoh pusat yang penting. Biasanya, seluruh organisasi otonom di bawah Muhammadiyah akan saling bahu membahu menyukseskan acara.

Menghadapi Milad, kerja sama dimulai dari menyiapkan lomba-lomba dalam rangka syi'ar, dan mengadakan bakti sosial juga. Tak heran, acara Milad Muhammadiyah di Kotim selalu meriah dan heboh.

Itulah, sekelumit cerita mengenai pengalamanku saat menjadi bagian dari Nasyiatul Aisyiyah Kota Waringin Timur. Semoga Nasyiatul Aisyiyah diseluruh nusantara tetap berdiri dan semakin maju agar dapat menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi kebaikan bangsa. Dari Nasyiatul Aisyiyah untuk Indonesia.

#postingan ini diikutsertakan pada tantangan one day one posting bersama Estrilook Community
#day11








You May Also Like

0 komentar