facebook instagram twitter youtube rss linkedin
  • Home
  • Inspirasi
  • Life Style
    • Parenting
    • Food
    • Travel
  • Writing
  • About Me
  • Contact
Powered by Blogger.

Golde Kindangen's Blog

Beberapa hari ini sliweran quotes-quotes tentang utang di laman media sosialku. Quotes yang rata-rata bernada sindiran tersebut, mengisyaratkan satu hal yang sama. Tingkah para pengutang yang tidak kunjung membayar utangnya, atau enggan membayar kecuali ditagih dahulu.

Sumber Foto. Pexels.com

Dari status orang-orang tersebut dapat disimpulkan tabiat para peminjam duit atau pengutang zaman ini. Memasang tampang memelas dan meminta dikasihani saat pinjam uang. Namun ketika waktunya membayar malah menunda-nunda atau pura-pura lupa. Padahal boleh jadi yang meminjamkan uang tersebut sama butuhnya terhadap uang itu.

Nah, agar hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam tidak berakhir buruk. Ada baiknya pihak yang berutang melakukan hal-hal berikut ini :

1. Niat Baik

Siapa pun yang berutang harus punya niat baik. Meminjam uang dengan maksud akan mengembalikannya. Karena tindakan biasanya berdasarkan niat si pelaku. Demikian halnya dengan perkara hutang-piutang. Orang yang berniat membayar utang pasti akan diberi kemudahan untuk segera melunasi pinjamannya, karena baginya utang itu beban yang dapat mengganggu kenyamanan hidup jika tidak segera dibayar

2. Jangan Gampang Berutang

Sudah banyak contoh dalam kejadian sehari-hari. Ada orang yang hidupnya kacau gara-gara utang. Sering berbohong hanyalah sedikit dari banyak contoh tabiat orang yang dililit utang, hidup dalam kegelisahan hingga rumah tangga yang tidak tenang. Oleh karena itu, hendaklah kita menghindar sifat suka berutang ini supaya hidup kita damai dan tenteram.

3. Jangan Menghindar Pemberi Utang

Ada beberapa orang yang memasang tampang memelas saat meminjam uang, tetapi menghindar bertemu si pemberi utang setelahnya. Sebaiknya, jika belum mampu membayar sejumlah pinjaman, katakan alasan sebenarnya dan tidak berbohong, apalagi sampai memutuskan kontak dengan pengutang.

4. Catat Jumlah Utang

Jangan lupa untuk mencatat utang yang kita pinjam, agar tidak ada pihak yang dirugikan. Kalau lupa mencatat dan tidak ingin mengambil hak orang lain. Tidak ada salahnya membayar lebih dari yang seharusnya. Itu jauh lebih menentramkan.

5. Bayar Utang Segera Saat Punya Uang

Salah satu perbuatan yang disukai para pemberi pinjaman adalah orang yang berutang segera melunasi pinjamannya setelah memiliki uang. Yang meminjamkan uang tidak kapok dan hubungan baik kita dan orang lain pun tak rusak gara-gara utang.

6. Utang akan Dibawa Mati

Hal penting yang harus diingat, utang akan dibawa mati. Dari pada hidup tersiksa di akhirat karena utang, lebih baik kita tuntaskan selama hidup di dunia. Bayar utang selagi diberi umur buat hidup.

7. Berdoa

Hal terakhir jangan lupa terus berdoa sungguh-sungguh kepada Allah SWT agar dimudahkan membayar utang. Memohon dengan sangat supaya tidak dicabut nyawa dari raga kita sebelum melunaskan semua utang-utang.

Demikianlah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan para pengutang, agar utang yang diambil tidak merusak hubungan dengan orang lain.

#SETIP day9




Saturday, March 02, 2019 2 komentar
Aku dan suami bukannya tidak ingin segera memiliki mobil, atau rumah seperti yang sering dipertanyakan orang kepada kami. Kami ingin. Lagian yang tidak mau mempunyai mobil dan rumah siapa?

Sumber Foto. Pexels.com

Kalau sampai saat ini kami belum memilikinya, ya, karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya karena hidup kami yang sering berpindah-pindah. Dengan keadan ini yang membuat kami berpikir, rumah dan mobil belum terlalu mendesak untuk dimiliki. Kami enggak ingin beli rumah kalau hanya untuk disewakan saja. Sayang rasanya.

Punya rumah atau mobil itu gampang, kok, tinggal mengambil utang ke bank dengan jaminan SK hakim pasti dikabulkan dengan segera. Hanya saja, aku dan suami menahan diri. Jelek-jelek begini *wkwkwk" aku pernah belajar tentang financial planning. Dimana hampir semua penasihat keuangan yang kutahu menganjurkan untuk mengambil utang yang produktif dan bukannya meminjam uang untuk tujuan konsumtif belaka.

Sumber Foto. Pexels.com

Yang dimaksud utang produktif dan konsumtif itu yang bagaimana? 

Yang dimaksud utang produktif yaitu seseorang meminjam sejumlah uang untuk tujuan produktif sehingga menghasilkan keuntungan bagi si peminjam. Contoh, pinjam uang di bank untuk membangun rumah sewa. Sedangkan yang dimaksud utang konsumtif adalah kebalikan dari utang produktif. Contoh, pinjam uang ke bank untuk liburan.

Itu yang aku dan suami lakukan. Kami tidak menghindari utang. Kami juga punya utang di bank, tapi peruntukannya bukan untuk menaikan gengsi, atau gaya hidup melainkan buat membeli kebun kelapa sawit. 

Dari pada meributkan gengsi kami yang turun dimata orang lain, lebih baik kami memikirkan bagaimana cara menambah aset. Makanya uang yang kami pinjam dari bank kami gunakan untuk membeli kebun sawit dan tanah.

Selain meminjam uang untuk tujuan produktif. Berutang pun ada aturan mainnya supaya tidak mengganggu kenyamanan hidup. Yaitu, hanya boleh berutang sekitar 30%-35% dari total penghasilan. Sebagai contoh jika pendapatan kita sebesar 10 juta. Maka dari total gaji tersebut yang digunakan buat membayar utang sekitar 3-3,5 juta saja. Jangan lebih dari itu.

Nah, karena alasan itulah, yang membuat kami tidak menambah utang lagi untuk membeli rumah maupun mobil. Sebenarnya pendapatan kami masih cukup seandainya mau mengambil utang lagi untuk membeli mobil atau rumah. Namun, kami merasa utang yang ada jangan ditambah lagi. Kalau mau beli ini dan itu lebih baik menabung saja. Memang mengumpulkan uang butuh waktu. Ya, tidak papa. Kami tidak keberatan. Toh, kepentingan akan benda yang dibeli tidak mendesak juga. Jadi, ya santai saja.

Kenyamanan hidup itu hanya kita yang rasa. So, jangan menyandarkan kebahagiaan berdasarkan pendapat dan pandangan orang lain.

#SETIP
#day6


Monday, February 18, 2019 No komentar
 Hallo, Bloggers!

Hampir semua orang pernah berhutang. Entah itu dalam jumlah besar ataupun kecil. Kebutuhan hidup yang meningkat, terutama hidup di kota besar diduga sebagai alasan orang berutang. Ada yang berutang untuk memulai usaha, memenuhi kebutuhan dan biaya perawatan. Namun, ada juga yang berutang demi gaya hidup.
Berikut alasan mengapa orang berutang

1.  Terdesak atau kepepet

Umumnya yang sering mengalami terdesak dan harus berutang adalah siswa atau mahasiswa, terutama yang hidupnya di kos. Ada yang terpaksa berutang karena uang yang  dikirim tak mencukupi, sedangkan kebutuhan lebih banyak. Mau tidak mau mengharuskan kita untuk berutang.

2. Biaya Tak Terduga

Tidak semua orang suka berutang. Tapi, pada situasi tak terduga, seperti anggota  keluarga yang sakit dan memerlukan banyak biaya perawatan, sedangkan tabungan tak mencukupi untuk membayarnya, adalah, alasan sebagian orang terpaksa berutang.

3. Untuk Modal Usaha atau Investasi

Memulai atau mengembangkan usaha memang lebih baik pakai uang tabungan sendiri. Namun, menunggu tabungan cukup sebagai modal, biasanya memerlukan waktu yang lama. Sedangkan, bagi penggiat usaha, modal harus tersedia segera. Nah, jalan satu-satunya agar bisnis berjalan lancar adalah dengan berutang

4. Tersedia Peluang untuk Berutang

Di zaman modern yang serba dimudahkan ini, peluang untuk berutang juga terbuka lebar. Tawaran belanja dengan kartu kredit, yang menawarkan pembelian produk tertentu dengan bunga nol persen, atau cicilan hingga 12 bulan adalah contoh tawaran yang sering menjebak konsumen terjerumus dalam utang.

5. Habit

Memang terdengar aneh, ada orang yang berutang karena kebiasaan. Namun, kenyataannya ada orang yang hidupnya tak pernah lepas dari utang. Lunas dari utang yang satu berlanjut pada utang lain. Sepertinya, solusi permasalahan hidupnya, adalah dengan berutang

6. Gaya Hidup

Tampil berkelas memang impian semua orang. Tak heran, agar bisa  berpenampilan mewah ini, sebagian orang rela mengeluarkan banyak uang. Sehingga, tak sedikit mereka yang terjebak utang karena harus bergaya tak sesuai kemampuan.


Demikian 6 penyebab orang berutang. Karena utang memiliki dampak buruk bagi kondisi finansial kita, sudah seharusnya kita tidak menjadikan utang sebagai kebiasaan. Semoga bermanfaat, ya.

Photo Credit : pixabay

#Postingan ini diikutsertakan pada tantangan one day one posting bersama Estrilook Community





Sunday, October 28, 2018 No komentar
Older Posts

About me

About Me
Hai, nama saya Golde. Saya IRT satu orang putra, yang serius menekuni dunia menulis sejak tahun 2018. Saya telah menulis sebuah buku solo, beberapa buah antologi, dan menjadi penulis artikel lepas untuk media online.

Follow Us

Labels

about me Aktivitas Blogging Cerbung Cerpen Cooking Curhatku Drama Korea Family Food Inspirasi Kesehatan Keuangan kontak saya Movie Parenting Prosa Review Training Traveling Writing

recent posts

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2020 (10)
    • ▼  October (5)
      • Perayaan Hut Dharmayukti Karini ke-18 Oleh Dharma...
      • Tips Menyiapkan Anak saat Pindah Tempat Tinggal
      • Membentuk Pola Belajar Pada Anak
      • Saya Ibu Rumah Tangga dan Saya Istimewa
      • Hikmah Corona: Bahagia Mendampingi Anak Belajar di...
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (70)
    • ►  September (1)
    • ►  May (9)
    • ►  April (5)
    • ►  March (15)
    • ►  February (10)
    • ►  January (30)
  • ►  2018 (25)
    • ►  November (4)
    • ►  October (21)
  • ►  2017 (2)
    • ►  November (2)

One Day One Post Estrilook

One Day One Post Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Followers

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose