Kendala itu bernama Manajemen Waktu

by - Tuesday, October 23, 2018

Si emak lagi keranjingan belajar menulis. Alhasil, setiap melihat iklan kelas menulis, hati selalu mengalami perang batin. Wah. Materinya bagus, ikut nggak, ya?


Padahal, bulan septembar lalu baru saja menjadi alumni sekolah perempuan, dengan kewajiban harus merevisi naskah buku solo. Memang, sih. Tidak ada batas waktu kapan revisi naskahnya harus di setor kepada ibu mentor Ida Fauziah

Namun, karena naskah ini proyek pribadi sudah seharusnya di selesaikan. Apalagi ini naskah buku solo pertama, sudah barang tentu harus di kerjakan dengan sungguh-sungguh agar hasilnya memuaskan.

Tapi bukannya fokus revisi, aku malah sibuk ikut kelas sana sini.

Sebut saja untuk bulan ini ada tiga kelas yang ku ikuti. Yaitu, kelas penerjemah, self editing dan kelas menulis artikel. Itu belum termasuk bergabung di beberapa komunitas menulis yang memberikan challenge-challenge menarik supaya konsisten menulis.

Semua kelas menarik dan setiap tugas atau tantangan yang di berikan rasanya ingin di selesaikan.

Masalahnya, tugasnya makin banyak waktu yang tersedia tetap segitu saja dari zaman alif sampai zaman ya. Tetap 24 jam/hari, 7 hari dalam seminggu.


Artinya, tidak ada jalan selain harus pandai membagi waktu, biar semua pekerjaan bisa tertangani dengan baik. Terutama tugas sebagai ibu rumah tangga. Jangan sampai karena kesibukan mengikuti berbagai kelas dan menyelesaikan tantangan-tantangan itu, anak dan suami menjadi korban.

#Postingan ini diikutsertakan pada tantangan one day one posting bersama Estrilook Community

You May Also Like

0 komentar