facebook instagram twitter youtube rss linkedin
  • Home
  • Inspirasi
  • Life Style
    • Parenting
    • Food
    • Travel
  • Writing
  • About Me
  • Contact
Powered by Blogger.

Golde Kindangen's Blog

Hari ini GOW Barito Utara menyelenggarakan senam bersama. Acara yang bertujuan menjalin silaturahmi ini dilaksanakan tidak hanya untuk pengurusnya saja, tetapi juga mengundang utusan dari setiap organisasi yang tergabung di bawah GOW barito Utara.

Foto bersama usai senam
Dengan mengambil tempat di halaman rumah jabatan Wakil Bupati Barito Utara. Kegiatan senam yang di pandu oleh zin Supri dan rekan tersebut di buka dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh ibu Hj. Erlawati, yang kemudian dilanjutkan ke acara inti yaitu senam bersama.

Walaupun harapanku ternyata tak sesuai impian. Maunya, dengan mengikuti senam ini aku akan mendapatkan keringat minimal sampai penuh gelas belimbing, kenyataan yang terjadi malah cuma keringat tipis-tipis doang *wkwkwk* sepertinya gerakan-ku kurang hot tadi.


Foto bersama pengurus Dharmayukti Karini Muara Teweh dan ketua GOW Barito Utara
Apalagi setelah kegiatan senam usai, para peserta dijamu dengan bubur kacang hijau dan roti gambong serta minuman kesehatan klorofil dari salah satu brand herbal. Semakin mengukuhkan kalau kegiatan ini memang khas-nya para Mamak bahagia. Maksudnya, olahraganya memang jalan, tetapi icip-icip-nya pun tak ketinggalan.

Yah, meskipun kalori yang keluar mungkin lebih sedikit di banding kalori si bubur kacang yang masuk. Tetap saja semua orang bergembira. Apalah artinya lemak perut yang menggelambir dibanding hati yang bahagia. Bukankah sudah tabiat Mamak-Mamak sedunia begitu, bercita-cita langsing tapi paling enggak tahan kalau ketemu makanan? Membuat cita-cita langsing hanya tinggal kenangan saja*hihihi* Ah, yang penting semua orang senang. Ye kan😂

Khusus untukku, di akhir kegiatan tak dinyana mendapat kejutan dari panitia yaitu, mendapat voucher senilai Rp. 50.000, sebagai penghargaan atas kreativitasku, yang telah menuliskan kesimpulan ceramah dari kegiatan Isra Mi'raj sebelumnya di blog pribadiku. Bukan hanya diriku seorang tentu saja yang mendapat voucher tersebut, dua orang lainnya yang juga mendapatkan hadiah sepertiku adalah ibu Herman dan ibu Jati.

Selamat kepada para penerima hadiah. Dan untuk GOW Barito Utara periode 2018-2023 semoga semakin berjaya. Aamin

#SETIP day26

Saturday, April 06, 2019 No komentar

Kalau di suruh memilih, aku sebenarnya sangat betah tinggal di rumah. Tipe orang yang keluar rumah kalau ada perlu aja. Makanya, menekuni profesi menulis cocok buatku. Kenapa harus repot-repot mencari kebahagiaan di tempat lain, jika duduk menyendiri di pojokan, menjadi tak terlihat dan hanya menjadi pengamat sudah mampu membuatku bahagia dan damai?

Sumber foto. Pexels.com
Namun, bukan berarti lantas menutup diri dari pergaulan dengan orang-orang. Sama sekali tidak. Kendati, aku sangat menikmati kesendirian, jalan hidup justru mengharuskan kami membuka diri dan bergaul dengan berbagai kalangan.

Salah satunya contohnya keikutsertaan dalam GOW (gabungan organisasi wanita) Barito Utara sebagai utusan dari Dharmayukti Karini Muara Teweh. Ini adalah peran lain yang harus kujalani sebagai konsekuensi berorganisasi dan hidup bermasyarakat.

Situasi ini menyenangkan juga. Pengalaman berteman dengan banyak orang itu memperkaya wawasan. Betul adanya ungkapan yang mengatakan, jika pemahaman membuat seseorang menjadi radikal, maka, pengalaman justru membuat seseorang menjadi toleran.

Yup. Semakin luas pergaulan. Boleh jadi aku memang kian toleran. Terutama menjadi semakin hati-hati dalam mengeluarkan pendapat pribadi, berusaha tidak mengeluarkan pernyataan yang mengundang perdebatan karena banyak orang yang harus dijaga perasaannya.

Harapannya. Meskipun aku bukan siapa-siapa. Hanya sebutir telur kutu di tengah triliyunan kutu-nya manusia* wkwkwk, apaan seh* di bumi ini. Aku bisa dimasukan dalam golongan yang berusaha merawat kerukunan bangsa, yang sudah terlanjur compang-camping akibat perbedaan pandangan politik di negeri ini.

Prinsipnya, jangan menambah keruh suasana yang sudah ada. Kalau tidak bisa merubah keadaan, minimal jangan memancing keributan.

Posting yang baik-baik aja.

#SETIP day25

Saturday, April 06, 2019 No komentar
Peringatan Isra Mi'raj gabungan antara gabungan organisasi wanita (GOW) dan badan kontak majelis taklim (BKMT). Boleh dibilang adalah kegiatan pertama yang dilakukan GOW Barito Utara, setelah rapat program kerja perdana tanggal 27 Maret  yang lalu.

Sumber Foto. Koleksi Pribadi
Kegiatan yang mengusung tema "Mari kita tingkatkan ukhuwah islamiyah sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah SWT dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW" menghadirkan penceramah yaitu ustaz H. Rusmadi Darsani, Lc ini bertempat di Pondok Stadion, Muara Teweh.

Ada pun isi ceramah yang disampaikan membahas tentang 4 kriteria amalan yang akan mengantar seorang istri masuk surga melalui pintu mana saja. Apa saja kriteria yang di maksud, berikut adalah penjelasannya:

1. Salat Lima Waktu

Poin pertama dari 4 kriteria yang bisa mengantarkan seorang istri masuk surga, adalah ia melaksanakan salat lima waktu. Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh tanpa pernah meninggalkannya kecuali saat diharamkan melaksanakannya, seperti, ketika sedang haid atau nifas.

Salat merupakan tiang agama yang menjadi barometer baik atau tidaknya amalan seseorang. Ibadah wajib ini merupakan tiang agama yang membedakan seorang mukmin dan kafir.

2. Puasa di Bulan Ramadan

Poin kedua yang dapat mengantarkan seorang istri ke surga adalah puasa di bulan Ramadan. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa puasa di bulan Ramadan adalah rukun islam ketiga yang wajib dilaksanakan kecuali ada uzur yang membolehkan kita meninggalkannya, seperti, haid, nifas, sakit yang semakin berat jika melakukan puasa atau saat mengadakan perjalanan.

Uzur yang disebutkan di atas membolehkan kita tidak berpuasa tetapi harus mengganti puasa di hari lain sejumlah hari yang kita tinggalkan saat bulan Ramadan.

3. Menjauhi Berzina

Poin ketiga adalah menjaga kemaluan dari zina alias tidak berselingkuh. Bahkan, agama sudah memberi peringatan jangankan berzina, seorang istri seharusnya tidak mendekati zina, atau memancing-mancing perbuatan yang menjurus pada perselingkuhan yang melahirkan perzinaan.

Seorang istri yang baik dan bermartabat harus menjaga pergaulan sedemikiam rupa agar terhindar dari berdua-duaan dengan lawan jenis yang dapat menjurus pada perbuatan tercela tersebut.

4. Taat Kepada Suami

Poin keempat adalah taat kepada suami. Bahkan, seorang istri yang telah menikah wajib mentaati suaminya melebihi kepada kedua orang tuanya. Dengan catatan selama perintah yang diberikan tidak melanggar norma agama.

Demikianlah isi cermah yang disampaikan ustaz Rusmadi Darsani, Lc pada peringatan Isra Mi'raj GOW Barito Utara. Semoga bermanfaat, ya.

#SETIP day24
Tuesday, April 02, 2019 No komentar

Alhamdulillah. Lega hati karena mendapat kabar buku soloku sedang menuju proses screening oleh pihak penerbit, dan mereka berjanji akan kembali memberi kabar jika tahap screening sudah selesai.

Sumber Foto. Pexels.com
Oke, baiklah. Urusan terbitnya buku solo, ya, tunggu saja berita selanjutnya dengan sabar. Berdoa saja, semoga prosesnya lancar. Aamiin.

Nah, sebaiknya Aku ngomong soal calon antologiku yang lain saja, yaitu, antologi cerita anak kerja sama antara iidn (ibu-ibu doyan nulis) bersama penerbit Najmu Book.

InsyaAllah ini antologi cerita anakku yang pertama. Iya, dari empat calon antologi yang Aku terlibat sebagai penulis di dalamnya. Dua antologi merupakan cerita anak. Beda dengan status yang  kubagi sebelumnya, yang merupakan cerita anak versi fabel. Sedangkan yang ini cerita anak biasa.

Dalam antologi cerita anak kali ini kuberi judul "Liburan Tak Terlupakan" tentang petualangan tiga orang anak bernama Odena, Edi dan Fat yang tersesat di hutan saat hendak berlibur ke rumah datok Belian di desa Tembire. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata masa kecilku, yang sering menghabiskan waktu bermain di hutan

Aku memang tertarik menulis cerita anak. Kejadiannya bermula saat menonton drama korea berjudul "She was pretty". Di drama tersebut selain bercerita tentang romance segi empat antara tokoh-tokohnya. Juga menyelipkan tentang impian tokoh utama perempuan si Kim Hye Jin mengenai mimpinya menulis buku anak.

Jujur, Aku terpengaruh. Tanpa sadar Aku membatin " Sepertinya akan sangat menyenangkan kalau Aku bisa menulis cerita anak." Menyelipkan pesan-pesan kebaikan melalui cerita, terkhusus untuk putra semata wayang kami.

Iya. Sejak saat itu salah satu impianku adalah menulis buku cerita anak. Kendati belum punya gambaran harus memulai dari mana, Aku berharap suatu saat akan bertemu jalan keluarnya. Dan sebelum itu terjadi Aku ikut antologi-nya saja dulu. Itung-itung selain melenturkan otot tangan, melatih kepekaan,  juga untuk meningkatkan jam terbang menulis.

#SETIP day23
Friday, March 29, 2019 No komentar

Ini dunia, bukan surga dan bukan neraka. Namanya saja dunia, makanya mustahil hidup kita selalu bahagia, dan bila menderita akan terus menerus hidup menderita.
Sumber Foto. Pexels.com

Dunia itu ya begitu. Bahagia, senang, dan derita, duka nestapa, kecewa silih berganti saja.

Bagusnya ya memang tak perlu terlalu serius menanggapi kejadian-kejadian didalamnya. Supaya kalau lagi bahagia tidak lupa daratan. Lupa bersyukur. Begitu juga kalau lagi sedih tidak sampai putus asa.

Yang terpenting setiap mengalami kejadian baik senang maupun susah tak pernah lupa menyertakan Allah SWT dalam menikmatinya.

Yang menganugerahi nikmat itu Allah. Boleh jadi untuk mendapatkanya kita memang bekerja keras. Banting tulang. Jungkir balik. Tapi diatas semua itu jangan lupa jika Allah tidak berkenan dengan usaha kita semua usaha bisa saja sia-sia. Allah yang memudahkan urusan kita. Bukan kitanya yang hebat itu.

Dan jangan salah...

Nikmatpun termasuk ujian. Sudahkah bersyukur atau belum?

Sudahkah nikmat yang diterima dijadikan sarana mendekat padaNYA?

Demikian juga kalau lagi tertimpa kemalangan bukan berarti akhir dunia. Kemalangan itu bukan tanda Allah tak cinta.

Memang. Sudah lumrah juga kalau semua orang lebih memilih ujian berupa nikmat dari pada ujian kesengsaraan. Siapa yang suka menderita? Jawabnya pasti tak ada yang mau.

Tapi logika Allah yang jiwanya kita ada ditanganNYA itu berbeda dengan manusia.

Manusia maunya senang terus. Happy terus.

Sementara Allah itu maha penyayang terhadap hamba-hambanya. Memberi kita kemalangan justru untuk menyelamatkan kita. Karena seringnya manusia baru ingat Allah kalau menderita.

Kemalangan membuat kita ingat dan kembali padaNYA. Bersimpuh, bersujud. Berpegangan lagi dengan Allah.

Bukankah orang yang selamat itu yang berpegangan erat dengan Allah?

Dengan kemalangan kita diingatkan kembali bahwa hidup di dunia ini sementara saja. Cepat atau lambat, suka atau pun tidak kita akan kembali ke kampung akhirat kita. Tempat abadi yang sebenarnya.

Allah dengan sayang seolah-olah mengingatkan. Please deh! Jangan terlalu tertipu dengan dunia ini. Mbok ya sedang-sedang saja menanggapi kejadian didalamnya.

Hendak selamat dari tipuan dunia? Berpegang teguhlah pada taliKU. Pada agamaKU.

Demikianlah kira-kira.

Wallahu'alam bishowwab

#menulisebagaipengingatdiri

#SETIP day22
Friday, March 29, 2019 No komentar

Salah satu tempat ziarah yang wajib di kunjungi ketika kita berada di tanah suci adalah gunung tsur. Sekilas tak ada yang istimewa dengan tempat ini.

Jabal Tsur

Sejauh mata memandang yang terlihat hanya gugusan beberapa gunung besar dan kecil yang memanjang dan sambung menyambung satu sama lain. Tak ada pepohonan. Tak ada padang sabana, semak belukar. Yang ada hanya bebatuan.

Tapi pernah terjadi peristiwa besar disini.

Tanah yang tandus ini. Pegunungan yang isinya hanya bebatuan ini, adalah saksi sejarah bahwa islam pernah mengalami titik nadir disini.

Telah 13 tahun sejak pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu dan berdakwah kepada penduduk Mekkah. Selama itu pula beliau menerima semua perlakuan buruk orang kafir Quraisy tanpa amarah apalagi patah semangat. Meski beliau ditekan, ditentang, dihina beliau tetap berdiri sendiri menentang kekafiran tanpa bantuan dari luar.

Hingga akhirnya...

Perintah hijrah itu turun juga. Melalui malaikat jibril Rasulullah menerima perintah untuk hijrah. Nabi Muhammad SAW pun hijrah dengan ditemani
Abu Bakar As Siddiq RA.

Saat melarikan diri dari kejaran kaum kafir Quraisy yang hendak membunuhnya. Rasulullah bersembunyi di gua tsur yang letaknya di puncak gunung tsur ini.

Begitu dekatnya baginda Rasulullah dengan musuh. Begitu gentingnya nasib islam disini. Jika saja para pemburu itu menengok kebawah niscaya mereka akan melihat Rasulullah dan Abu Bakar yang sedang bersembunyi disana. Pasti Rasulullah SAW akan tertangkap. Jika itu terjadi entah bagaimana nasib agama dan pemeluknya ini di kemudian hari.

Namun syukur alhamdulillah, Allah yang maha kuasa tak mengizinkan para pembuat makar itu berhasil melakukan rencana jahat mereka, Allah mengirimkan pertolongannya berupa sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi mulut gua.

Membuat para pemburu berkesimpulan bahwa tak mungkin Rasulullah bersembunyi di situ. Kalau ada yang memasuki gua, sarang laba-laba dan sarang burung merpati itu pasti sudah rusak.

Demikianlah. Para pemburu akhirnya menjauh dan Rasulullah SAW serta Abu Bakar pun selamat.

Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersembunyi di gua tsur selama 3 hari. Untuk urusan logistik mereka tidak kekurangan karena setiap sore Asma Binti Abu Bakar selalu mengantarkan makanan bersama Abdullah. Sementara Amir bin Fuhairah pembantu Abu Bakar bertugas memerah susu kambing untuk keperluan minumnya Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

Setelah 3 hari kepanikan di Mekkah mereda. Rasulullah dan Abu Bakar pun berangkat ke Madinah.

Dan Periode Kebangkitan Islam pun di mulai.

Sejarah gunung tsur yang mendebarkan ini tak ayal membuat kita akhirnya memandang pegunungan terjal dan tandus ini dengan tatapan yang berbeda. Penuh sayang dan rasa terima kasih.

Gunung yang isinya hanya bebatuan ini pernah menyelamatkan manusia yang paling agung di muka bumi. Manusia yang paling baik akhlaknya, lemah lembut dan sangat dicintai umatnya. Sang nabi terakhir. Yang kelahiran, kehadiran serta ajarannya menjadi berkah bagi seluruh alam.

Allahumma Sholli 'ala Muhammad wa'ala 'alii Muhammad.

Wallahu'alam bishowab

#SETIP day21
Tuesday, March 26, 2019 No komentar

Menurutku. Salah satu tempat ziarah di tanah suci yang menggetarkan jiwa adalah jabal uhud. Mengingat peristiwa besar dan tragis pernah terjadi disini, yaitu perang uhud.
Jabal Uhud
Saat itu pasukan muslimin mengalami kekalahan besar.

Awalnya, kaum muslimin telah mengalami kemenangan.

Namun, sebagian kaum muslimin yang terus memburu musuh kemanapun sampai mereka meletakkan senjata. Dihadapkan dengan pemandangan harta benda dan rampasan yang berserakan di medan pertempuran. Kuda-kuda yang tangguh, baju besi, unta yang sarat muatan, makanan-makanan lezat dan perhiasan-perhiasan mahal.

Membuat silau pasukan muslim sehingga mereka lupa dengan perintah Rasulullah untuk terus mengejar musuh sampai mereka tercerai berai sehingga tidak mampu lagi berkumpul dan balas menyerang.

Pasukan muslim kemudian disibukkan dengan aktivitas mengumpulkan harta rampasan perang.

Dan semua tindakan itu disaksikan oleh pasukan pemanah di lereng gunung yang pada akhirnya tergiur juga merebut harta rampasan perang yang berserakan dimana-mana. Mereka meninggalkan lereng gunung dan mereka melanggar disiplin.

Padahal...

Rasulullah telah berpesan kepada pasukan pemanah untuk tidak meninggalkan tempat ini.

" tetaplah ditempat kalian sehingga kami tidak dapat diserang dari arahmu. Jika kalian melihat kami mengumpulkan harta rampasan, jangan ikuti kami, dan jika kalian melihat kami dibantai, jangan bantu kami!"

Lereng gunung itu hampir kosong. Yang masih tinggal hanya beberapa orang saja.

Dan kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh seorang jenderal Quraisy yang terkenal lihai dan gagah.

Khalid bin Walid.

Segera saja Khalid bin Walid memanfaatkan kesempatan baik itu dengan mengerahkan pasukan berkudanya untuk menyerang pasukan muslim dari belakang.

Mendengar teriakan perang Khalid bin Walid, pasukan Quraisy yang telah berlarian mundur, kini kembali lagi. Membuat pasukan muslim terkepung di tengah-tengah.

Seolah tersadar pasukan muslimin melempar harta rampasan dan mencabut pedang mereka untuk bertarung. Namun sayang, semuanya sudah terlambat. Musuhnya terlalu banyak sementara pasukan muslim lengah dan barisan mereka sudah centang perenang.

Pasukan muslim pun mengalami kekalahan besar.

Bahkan Rasulullah dan pasukan yang tersisa harus mendaki tingginya gunung uhud untuk menyelamatkan diri karena kekalahan yang demikian parahnya.

Tak kurang 70 orang dari pasukan muslim yang gugur menjadi syuhada termasuk paman kesayangan dan pembela nabi yang bergelar singa Allah, Hamzah bin Abdul Muthollib yang juga gugur dengan cara yang mengenaskan.

Jasadnya sudah dianiaya dengan perut yang terburai.

Membuat Rasulullah merasa sedih, sedih sekali. Sampai beliau berkata " takan pernah ada orang yang mengalami malapetaka seperti ini. Belum pernah aku menyaksikan suatu peristiwa yang begitu menimbulkan amarahku seperti kejadian ini "

Selanjutny, beliau bersabda, " Demi Allah, kalau pada suatu ketika Allah memberikan kemenangan kepada kami melawan mereka, akan kuaniaya mereka dengan cara yang belum pernah dilakukan oleh orang arab. "

Saat itu turunlah firman Allah,

" Dan kalau kamu mengadakan pembalasan, balaslah seperti yang mereka lakukan terhadap kamu. Tetapi, kalau kamu tabah hati, itulah yang paling baik bagi mereka yang berhati tabah (sabar). Dan hendaklah kau tabahkan hatimu dan ketabahan hatimu itu hanyalah dengan berpegang kepada Allah. Jangan pula engkau bersedih hati terhadap mereka, jangan pula engkau besesak dada menghadapi apa yang mereka rencanakan itu ( QS An Nahl, 16: 126-127)

Dan setelah firman itu turun, Rasulullah pada akhirnya memutuskan untuk memaafkan pihak musuh. Ditabahkannya hatinya dan beliau melarang orang melakukan penganiayaan.

Cerita tragis perang uhud ini membuat perasaan kita pun menjadi emosional ketika menjejakkan kaki disini. Terutama pada saat berdoa dan menyapa para syuhada uhud yang dimakamkan jadi satu di tempat ini. Kisah heroik mereka yang telah berkorban jiwa dan raga demi tegaknya agama Allah. Membuat perasaan jadi campur aduk antara sedih, hormat, haru dan terima kasih yang mendalam.

Dengan dada membuncah dan mata berkaca-kaca....
Menyapa...

Assalamu'alaikum ya Hamzah..
Assalamu'alaikum ya syuhada uhud..

Tuan-tuan sekalian pasti sudah bahagia di sisi Allah. Terima kasih sudah berjuang melindungi Rasulullah dan agama ini dengan nyawa tuan-tuan sekalian. Dan semoga kami dan generasi anak cucu kami bisa mewarisi semangat, pengorbanan dan keberanian tuan-tuan semua dalam membela agama Allah ini. Amin.

Disadur atau disalin dan diceritakan ulang menyesuaikan dengan gaya bertuturnya si penulis dari Buku Muhammad Teladanku jilid 8, Tim Syaamil Books.

Wallahu'alam bishowwab

#SETIP day20
Tuesday, March 26, 2019 No komentar
Bangun tidur pagi ini badan rasanya lelah sekali. Padahal tadi malam enggak terlambat tidur seperti beberapa hari ini. Kalau menurut keinginan hati. Rasanya ingin melanjutkan tidur saja dari pada beraktivitas.

Sarden homemade

Namun, keinginan itu hanya ada dalam otak saja. Sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab menyediakan hidangan sehat buat keluarga. Aku enggak bisa lagi menuruti keinginan hatiku bermalas-malasan. Soalnya, sudah dua hari aku tidak masak. Jadi, kendati rasanya sangat berat, aku harus ke pasar untuk berbelanja kebutuhan kami.

Rencananya, sehabis dari pasar. Ikan atau apa pun yang dibeli akan disimpan di dalam kulkas saja, supaya aku bisa melanjutkan tidur, dan urusan memasak bisa dilakukan nanti kalau badan sudah fresh. 

Akan tetapi, rencana tinggal rencana. Sepulang dari pasar, aku hanya sempat istirahat sebentar. Badan yang terlalu lelah malah tak bisa tidur. Dengan menguatkan diri, aku pun memasak.

Aku membeli ikan layang dan tulang iga. Yang iga di masak asem-asem, sedangkan ikannya dibuat sarden. Kebetulan ketemu resep membuat ikan sarden dari facebook. Ketika bertanya pada suami. Apa ia mau dibuatkan sarden? Suami pun menjawab mau.

Syukur, bahan-bahannya mudah dan cara membuatnya gampang.

Oke, supaya enggak berpanjang lebar. Intip bahan dan cara membuat sarden, yuk!

Sarden homemade

Bahan :

- ikan layang
- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Tomat
- Jahe
- Laos
- Daun salam
- Serai
- Saus tiram
- Saus tomat

Cara Membuat:

- kukus tomat. Kupas kulitnya, blender. Sisihkan.

- Haluskan bawang merah dan putih. Tumis bersama jahe, laos, dan serai yang sudah di kepruk, daun salam sampai harum. Kemudian masukan tomat yang sudah di blender, tambah garam, saus tomat dan saus tiram.

- Tata ikan di presto, masukan bumbu yang sudah di tumis, tambah air sampai ikan terbenam. Masak hingga susut. Dan sarden siap dinikmati.

Sangat mudah bukan membuatnya. Selamat mencoba!

#SETIP day19
Sunday, March 24, 2019 No komentar
Alhamdulillah. Dua hari yang membahagiakan. Setelah kemarin mendapat kabar semua kontributor untuk antologi cerita inspiratif hijrah lolos semua. Hari ini dapat kabar bahagia lagi. Aku salah satu kontributor yang namanya lolos seleksi pada antologi cerita anak. InsyaAllah ini antologi keempatku.

Sumber Foto: pexels.com
Istimewa karena ini antologi cerita anak yang akan diterbitkan di penerbit mayor, yaitu elexkidz. Makanya seleksinya cukup ketat. Dari 100 lebih peserta yang dicari 70 orang aja. Seleksi pertama peserta yang lolos hanya 33 orang aja, dan namaku tidak lolos kala itu.

Alhamdulillah, ada kesempatan kedua. Kendati aku sempat ragu-ragu, apa harus mengumpul naskah atau tidak karena kebetulan pas lagi fokus revisi naskah buku solo. Mencoba menguatkan hati agar setor naskah walaupun mungkin gagal lagi. Syukurnya, tepat beberapa jam sebelum deadline, ceritaku selesai dan berhasil dikumpul tanpa kendala.

Aku mengangkat tema positif thinking, yang kuberi judul "Bimbim Domba yang Pemalu". Bercerita tentang bagaimana si Bimbim mengatasi sifat pemalunya dengan positif thinking.

Jujur, kala mengumpul naskah yang kedua ini aku tidak berharap banyak. Melihat saingan segitu banyaknya. Pokoknya, kita pakai prinsipnya penulis sajalah. Kumpulin naskahnya kemudian lupakan. Yang penting naskah sudah terkumpul, urusan lolos tidaknya, itu urusan ke-55.

Rupanya kali ini namaku salah satu yang terangkut dari 28 peserta. Jadi, sejauh ini baru terjaring 61 peserta dari target yang 70 orang. Dan demi memenuhi kuota, Wonderland Family akan membuka kesempatan ketiga untuk menjaring sisanya.

Alhamdulillah. Terima kasih buat Mbak Wulan dan Mbak Dewa yang berkenan meloloskan naskah saya. Kendati ini cuma antologi yang bagi penulis senior sesuatu yang biasa, tetap saja sangat besar artinya buatku yang masih pemula ini.

#SETIP day18
Thursday, March 21, 2019 No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me
Hai, nama saya Golde. Saya IRT satu orang putra, yang serius menekuni dunia menulis sejak tahun 2018. Saya telah menulis sebuah buku solo, beberapa buah antologi, dan menjadi penulis artikel lepas untuk media online.

Follow Us

Labels

about me Aktivitas Blogging Cerbung Cerpen Cooking Curhatku Drama Korea Family Food Inspirasi Kesehatan Keuangan kontak saya Movie Parenting Prosa Review Training Traveling Writing

recent posts

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2020 (10)
    • ▼  October (5)
      • Perayaan Hut Dharmayukti Karini ke-18 Oleh Dharma...
      • Tips Menyiapkan Anak saat Pindah Tempat Tinggal
      • Membentuk Pola Belajar Pada Anak
      • Saya Ibu Rumah Tangga dan Saya Istimewa
      • Hikmah Corona: Bahagia Mendampingi Anak Belajar di...
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (70)
    • ►  September (1)
    • ►  May (9)
    • ►  April (5)
    • ►  March (15)
    • ►  February (10)
    • ►  January (30)
  • ►  2018 (25)
    • ►  November (4)
    • ►  October (21)
  • ►  2017 (2)
    • ►  November (2)

One Day One Post Estrilook

One Day One Post Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Followers

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose