facebook instagram twitter youtube rss linkedin
  • Home
  • Inspirasi
  • Life Style
    • Parenting
    • Food
    • Travel
  • Writing
  • About Me
  • Contact
Powered by Blogger.

Golde Kindangen's Blog

Bangun tidur pagi ini badan rasanya lelah sekali. Padahal tadi malam enggak terlambat tidur seperti beberapa hari ini. Kalau menurut keinginan hati. Rasanya ingin melanjutkan tidur saja dari pada beraktivitas.

Sarden homemade

Namun, keinginan itu hanya ada dalam otak saja. Sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab menyediakan hidangan sehat buat keluarga. Aku enggak bisa lagi menuruti keinginan hatiku bermalas-malasan. Soalnya, sudah dua hari aku tidak masak. Jadi, kendati rasanya sangat berat, aku harus ke pasar untuk berbelanja kebutuhan kami.

Rencananya, sehabis dari pasar. Ikan atau apa pun yang dibeli akan disimpan di dalam kulkas saja, supaya aku bisa melanjutkan tidur, dan urusan memasak bisa dilakukan nanti kalau badan sudah fresh. 

Akan tetapi, rencana tinggal rencana. Sepulang dari pasar, aku hanya sempat istirahat sebentar. Badan yang terlalu lelah malah tak bisa tidur. Dengan menguatkan diri, aku pun memasak.

Aku membeli ikan layang dan tulang iga. Yang iga di masak asem-asem, sedangkan ikannya dibuat sarden. Kebetulan ketemu resep membuat ikan sarden dari facebook. Ketika bertanya pada suami. Apa ia mau dibuatkan sarden? Suami pun menjawab mau.

Syukur, bahan-bahannya mudah dan cara membuatnya gampang.

Oke, supaya enggak berpanjang lebar. Intip bahan dan cara membuat sarden, yuk!

Sarden homemade

Bahan :

- ikan layang
- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Tomat
- Jahe
- Laos
- Daun salam
- Serai
- Saus tiram
- Saus tomat

Cara Membuat:

- kukus tomat. Kupas kulitnya, blender. Sisihkan.

- Haluskan bawang merah dan putih. Tumis bersama jahe, laos, dan serai yang sudah di kepruk, daun salam sampai harum. Kemudian masukan tomat yang sudah di blender, tambah garam, saus tomat dan saus tiram.

- Tata ikan di presto, masukan bumbu yang sudah di tumis, tambah air sampai ikan terbenam. Masak hingga susut. Dan sarden siap dinikmati.

Sangat mudah bukan membuatnya. Selamat mencoba!

#SETIP day19
Sunday, March 24, 2019 No komentar
Sudah sekitar dua minggu setelah aku merampungkan naskah buku soloku. Sejak saat itu tak banyak kegiatan tulis menulis yang kuikuti. Memang, aku masih ikut tantangan SETIP yang diselenggarakan estrilook.com.
Kari Umbit. Sumber Foto. Koleksi Pribadi
Di luar itu, tidak banyak kelas menulis yang kuikuti untuk bulan ini. Aku hanya mengikuti kelas “Menulis tiga bab yang menggugah” yang dimentori oleh ibu Rosi L. Simamora dan kelas menulis opini yang dimentori cikgu Anna Farida.

Jadi, boleh dibilang bulan ini aku lebih banyak bersantai. Sepertinya aku mengalami kelelahan mental yang lumayan berat, sehingga macam orang tak punya tenaga buat menulis.

Dari pada memaksakan diri menulis malah bikin senewen, lebih baik main di dapur. Masak-masak, terus posting resep masakan, deh!

Kali ini aku mau membagi resep kari umbut. Apa itu umbut?

Umbut adalah batang pucuk pohon yang masih muda. Tanaman yang biasanya diambil umbutnya adalah pohon kelapa atau kelapa sawit.

Kalau di kampung kami, sayur kari umbut umumnya menjadi jamuan saat upacara adat atau selamatan. Rasa umbut yang manis di campur labu dan ayam kampung. Menghasilkan cita rasanya yang nikmat sekali.

Oke, supaya aku enggak semakin melantur ke sana ke mari lebih baik kita langsung saja membuat kari umbutnya, ya.
Kari Umbut

Bahan:

- ½ kg umbut kelapa atau sawit
- Labu kuning
- Ayam kampung
- Santan kelapa

Bumbu yang dihaluskan:

- Bawang merah
- Bawang putih
- Cabai merah
- Jahe
- Kunyit
- Kemiri
- Jintan

Cara membuat:

- Tumis bumbu yang dihaluskan
- Masukan ayam kampung
- Tuang santan encer, masak sampai ayam      empuk
- Masukan umbut dan labu kuning
- Saat mendidih tuang santan kental
- Tunggu sampai masak. Tes rasa. Angkat

-Hidangkan dengan taburan bawang     goreng.

Kari umbut ini juga nikmat sekali jika disantap dengan ikan asin bilis goreng bersama sambal terasi. Apalagi makannya bersama keluarga besar atau teman-teman. Rasanya pasti menjadi lebih nikmat. Silakan dicoba, ya!

#SETIP day14



Tuesday, March 12, 2019 No komentar
Hari jumat kemarin aku sengaja bangun kesiangan *wkwkwk* jangan ditiru, ya. Alasannya karena malam sebelumnya tidak tidur semalaman, akibat ngebut merampungkan bab terakhir naskahku.

Sumber Foto. Dokumen Pribadi

Tadinya enggak ingin begadang juga. Mikirnya menulis semampunya kalau ngantuk, ya, ditinggal tidur aja. Eh, enggak tahunya malah keterusan ngetik sampai masuk waktu subuh.

Syukurnya bab terakhir yang dikerjakan dengan penuh perjuangan itu selesai juga. Tinggal memperbaiki bagian-bagian tertentu, ngecek ejaan maupun dialog tag yang masih salah, sebelum akhirnya dikumpul ke ibu mentor.

Sebelum membalas tidur malam tadinya, aku minta tolong kepada suami untuk dibelikan iga sapi beserta bumbu-bumbunya. Rencananya kalau sudah bangun tidur aku ingin membuat asem-asem tulang. Itung-itung sebagai sumber tenaga buatku yang masih kelelahan akibat mengerjakan tugas.

Bangun tidur cek bahan yang dibeli suami. Ternyata tulangnya kurang banyak. Padahal seingatku minta dibelikan 1/2 kilogram, tetapi yang dibeli hanya 1/4 saja. Berarti enggak cukup sampai hari sabtu. 1/4 kilogram cuma cukup buat dua kali makan saja. Padahal esoknya hari sabtu jadwal berleha-leha. Tidak ada jadwal ke pasar pas hari sabtu.

Namun, ya, sudahlah yang penting keinginan menikmati asem-asem tulang terpenuhi. Oke, supaya enggak panjang lebar pembukaannnya. Yuk, kita cek bahan dan cara membuat asem-asem tulang iganya.

Asem-asem tulang iga

Bahan-bahannya:
- Tulang iga sapi 1/2 kg
- Belimbing Wuluh
- Lengkuas
- Daun Salam
- Tomat hijau
- buncis 1/4 kg

Bumbu yang diiris
- Bawang merah
- Bawang putih
- Cabe merah dan hijau
- Cabe Rawit

Cara Membuat:

- Buang air rebusan iga yang pertama
- Rebus iga.
- Tumis bumbu yang diiris bersama laos dan daun salam
- Masukan bumbu yang ditumis ke dalam rebusan
- Tunggu hingga empuk masukan, belimbing wuluh, tomat dan buncis.
- Tes rasa, tunggu hingga masak kemudian angkat dan hidangkan!

Sangat mudah, bukan? Selamat mencoba, ya.

#SETIP day 7


Saturday, February 23, 2019 No komentar

Salah satu aktivitas yang kulakukan kala merasa lelah menulis adalah bebikinan. Entah memasak atau membuat kue. Saat-saat paling menyenangkan ketika akan memanjakan lidah dengan makanan sesuai selera.

Sumber Foto. Dokumen Pribadi


Seperti yang kulakukan minggu tadi. Akibat lelah jiwa dan raga ketika berpacu dengan waktu menyelesaikan revisi naskah buku solo. Aku sempat mengalami disorientasi. Jadwal tidur yang berantakan, dan aktivitas menulis yang lebih banyak diselesaikan malam hari, membuat hari-hariku berubah.

Malam menjadi siang dan siang yang menjadi malam. Daripada senewen tak tentu arah, aku memutuskan membuat kue saja. Kebetulan Danish dan Abahnya tengah berada di Kantor si Abah. Aku memutuskan membuat kue france Petite Madeleine resep dari Tintin Rayner. Mengapa memilih resep tersebut? Jawabnya karena membuatnya mudah. Walaupun adonannya harus didiamkan semalaman, tapi membuatnya tidak memerlukan mixer

Tengok bahan yang tersedia adanya tepung, butter, gula, susu dan pasta Vanilla, tapi minus telur. Jadi, aku memutuskan membeli telur setengah kilogram. Telur sudah tersedia saatnya beraksi.

Apa saja bahan dan cara membuat France Petite Madeleine, cekidot, ya:

Bahan A

- 130 gr gula pasir
- 120 gr tepung low protein
- 1/8 sdt garam
- ¾ sdt baking powder

Bahan B

- 2 Telur ukuran besar
- 1 sdm susu cair
- 1 sdm pasta Vanilla/ biji Vanilla

Bahan C

- 115 gr Butter, lelehkan.

Cara Membuat :

- Campurkan semua bahan A aduk sampai rata pakai whisk

- Kocok bahan B sampai rata campur ke bahan A

- Masukan bahan C secara perlahan, aduk rata tapi jangan diaduk berlebihan. Perlahan saja, supaya hasilnya enggak keras.

- Tutup adonan dengan cling wrap, diamkan 3 jam- semalaman.

- Masukan pipping bag semprotkan di loyang madeleine . Karena aku enggak punya loyang yang dimaksud, aku pakai cup muffin saja.

- Panggang sampai masak.

Angkat, tunggu suhu ruang baru dikeluarkan dari loyang.

Walaupun penampakannya enggak sesuai dengan resep asli, yang penting rasanya enak banget. Iya, France Petite Madeleine ini selain enak, aromanya pun wangi banget perpaduan antara butter dan Vanilla. Selamat mencoba, ya!


#SETIP day4

Tuesday, February 12, 2019 No komentar
Tema menulis bahagia hari ini adalah memasak. Eits, jangan buru-buru beranggapan, aku memasak sesuatu yang wah dengan bumbu berat nan susah. Sama sekali tidak.



Hari ini aku justru masak yang simpel-simpel saja. Berhubung harinya mendung, inginnya menikmati makanan olahan rumah, tapi lagi malas masak yang berat-berat. Maka, diputuskanlah, menunya asem-asem ikan saja. Gampang membuatnya, dan rasanya pun menyegarkan.

Musim durian, sepertinya enggak lama lagi akan berakhir. Hal tersebut bisa dilihat dari lapak Acil penjual ikan, yang kembali terisi ikan, setelah sempat membuat galau para Mamak, akibat beliau beralih profesi menjadi penjual durian beberapa waktu lalu. Ah, syukurlah! Setidaknya, sekarang aku enggak kebingungan lagi, harus beli ikan ke mana.

Durian berkurang, ikan tersedia kembali, dan pilihannya pun banyak. Tapi, sayang harganya sedang melonjak naik. Menurut Acil penjual, kenaikan ini ada hubungannya dengan air sungai yang pasang. Membuat kegiatan menangkap ikan lebih sulit dibanding biasanya.

Ya, enggak papa. Beli saja sesuai kemampuan. Aku pun memutuskan membeli ikan jelawat ¼ kg, ikan layang ½ kg, dan ikan kecil-kecil enggak tahu namanya*wkwkwk* juga sebanyak ½ kg. Beli ikan sampai tiga macam, padahal jumlah penghuni rumah cuma bertiga. Banyak amat! Hihi ...

Ikan-ikan tersebut enggak habis sekali makan, kok. Cukup buat persediaan sampai tiga hari. Dimasak setengah matang, kemudian disimpan di kulkas. Jadi, saat hendak dikonsumsi tinggal dipanaskan saja. Idealnya, sih, dimakan sekali habis dalam sehari, tapi kalau ingat kegiatan bolak-balik ke pasar yang merepotkan. Cara ini adalah pilihan supaya tidak harus ke pasar setiap hari.

Oke, berikut ini resep asem-asem ikan layang ala Mamak Danish, ya. Cekidot:

Bahan-bahannya:

- Ikan Layang ½ kg
- Bawang merah 5 siung iris kasar
- Bawang putih 4 siung iris kasar
- Jahe 3 cm iris kasar
- Kunyit 3 cm iris kasar
- Tomat 3 buah belah 4       
- 1 batang serai/ 1 ikat kemangi

Cara membuatnya sangat gampang. Semua bahan direbus jadi satu, dan beri garam. Tunggu mendidih. Tes rasa. Angkat, dan hidangkan!

Sangat mudah, bukan? Selamat mencoba!

#Postingan ini diikutsertakan pada tantangan one day one posting bersama Estrilook Community

#day17







Thursday, January 17, 2019 No komentar
Hai, Bloggers!

Ketemu weekend lagi, ya, kita. Berhubung duo lelakiku dalam menyambut tahun baru justru sedang tidak enak badan. Makanya, akhir pekan ini kami mendekam di rumah saja.



Awalnya, Danish yang mengalami demam. Di tengarai, sih, akibat hiruk-pikuk malam tahun baru, ketika para tetangga menggelar acara karaoke tepat berada di depan rumah. Membuat Danish ikut-ikutan tidak bisa tidur juga. Betul saja. Besok paginya badan Danish langsung panas.

Tak lama berselang, Danish sudah mulai sembuh dari sakitnya, giliran si Abah yang demam. Sepertinya, Abah kurang istirahat akibat banyaknya pekerjaan.


Menyangkut Abah, ia punya fenomena tahunan. Hampir setiap bulan Desember, bulan kelahirannya. Ia pasti mengalami sakit. Entah itu demam atau hanya sekedar terkena diare. Hanya saja, untuk tahun ini sedikit mengalami perubahan pola. Sakitnya, bukan pas bulan Desember lagi, tapi molor ke bulan Januari.

Demi mengembalikan mood yang berantakan, akibat kurang tidur. Aku memilih memasak. Asal tahu saja, duo lelakiku itu sama-sama aktif. Tapi, kalau sakit mereka berdua penuh drama banget. Manjanya luar biasa. Rasanya, macam punya dua anak, dan bukannya suami dan satu orang anak. Hihi ...

Agar yang berdua itu cepat pulih, si Mamak memutuskan memasak sup tulang saja, makanan favorit si Abah dan anaknya, serta membuat sambal kesukaan keluarga kami.

Mengingat, resep sup tulang sudah pernah tayang di postingan sebelumnya. Kali ini aku fokusnya pada resep sambal kesukaan keluarga kami, saja. Yaitu, sambal bawang paser. Langsung saja, ya.



Untuk membuat sambal bawang paser, kita membutuhkan bahan-bahan, sebagai berikut:

- Bawang merah kira-kira segenggam
- Bawang paser satu ikat
- Cabai rawit sekitar 30 buah
- Tomat 5 buah.



Cara membuatnya.

- Tumis bawang merah yang sudah dirajang

- Kemudian masukan cabai yang juga              dirajang, irisan bawang paser, dan                  terakhir tomat.

- Beri garam dan gula, tunggu hingga                sambal matang. Tes rasa. Angkat, dan            sambal siap dihidangkan.

Sambal ini bisa tahan selama 2 hari, dan bisa lebih jika rutin dipanaskan. Biasanya, aku bikin agak banyak supaya tahan minimal sampai satu minggu. Sebagai antisipasi kalau malas buat sambal.

Selamat mencoba dan semoga bloggers dan seluruh anggota keluarga selalu sehat, ya. Salam!

Sumber Foto : pexel.com dan koleksi pribadi

#Postingan ini diikutsertakan pada tantangan one day one posting bersama Estrilook Community
#day5



Sunday, January 06, 2019 No komentar
Older Posts

About me

About Me
Hai, nama saya Golde. Saya IRT satu orang putra, yang serius menekuni dunia menulis sejak tahun 2018. Saya telah menulis sebuah buku solo, beberapa buah antologi, dan menjadi penulis artikel lepas untuk media online.

Follow Us

Labels

about me Aktivitas Blogging Cerbung Cerpen Cooking Curhatku Drama Korea Family Food Inspirasi Kesehatan Keuangan kontak saya Movie Parenting Prosa Review Training Traveling Writing

recent posts

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2020 (10)
    • ▼  October (5)
      • Perayaan Hut Dharmayukti Karini ke-18 Oleh Dharma...
      • Tips Menyiapkan Anak saat Pindah Tempat Tinggal
      • Membentuk Pola Belajar Pada Anak
      • Saya Ibu Rumah Tangga dan Saya Istimewa
      • Hikmah Corona: Bahagia Mendampingi Anak Belajar di...
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (70)
    • ►  September (1)
    • ►  May (9)
    • ►  April (5)
    • ►  March (15)
    • ►  February (10)
    • ►  January (30)
  • ►  2018 (25)
    • ►  November (4)
    • ►  October (21)
  • ►  2017 (2)
    • ►  November (2)

One Day One Post Estrilook

One Day One Post Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Followers

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose