facebook instagram twitter youtube rss linkedin
  • Home
  • Inspirasi
  • Life Style
    • Parenting
    • Food
    • Travel
  • Writing
  • About Me
  • Contact
Powered by Blogger.

Golde Kindangen's Blog

Sumber Foto.Google Play buku

Judul Buku : Perempuan di Titik Nol
Penerbit      : Yayasan Pustaka Obor
Pengarang  : Nawal El-Saadawi
Cetakan       : Cetakan Pertama, 1989
ISBN             : 978-979-461-867-7
Tebal Buku : 176 hlmn : 11x17cm

Sinopsis

Novel ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Firdaus yang tengah menanti hukuman mati karena telah membunuh seseorang.

Buku ini keras dan pedas yang isinya adalah jeritan sedih dan protes keras atas perbuatan tidak adil yang dilakukan terhadap perempuan. Makhluk kelas dua yang sering tidak dianggap, tak lebih dari pesuruh bahkan budaknya laki-laki.

Sedangkan dalam relasi hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Sang tokoh tak lebih hanyalah objek pemuas nafsu birahi belaka. Hal tersebut dapat disimpulkan dari beberapa ungkapan bernada kemarahan seperti berikut ini:

- Betapapun juga suksesnya seorang pelacur, dia tidak pernah dapat mengenal semua lelaki. Akan tetapi, semua lelaki yang saya kenal, tiap orang diantara mereka, telah mengobarkan dalam diri saya hanya satu hasrat saja: Untuk mengangkat tangan saya dan menghantamnya ke muka mereka. Akan tetapi karena saya seorang perempuan, saya tidak memiliki keberanian melakukannya. Dan karena saya seorang pelacur, saya sembunyikan rasa takut saya di bawah lapis-lapis solekan muka saya.

- Saya tahu bahwa profesiku ini telah diciptakan oleh lelaki, dan bahwa lelaki menguasai dua dunia kita, yang di bumi ini dan yang di alam baka. Bahwa lelaki memaksa perempuan menjual tubuh mereka dengan harga tertentu, dan bahwa tubuh yang paling murah dibayar adalah tubuh sang istri. Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk. Karena saya seorang yang cerdas, saya lebih menyukai menjadi seorang pelacur bebas daripada seorang istri yang diperbudak.

Kelebihan buku ini. Kendati ceritanya kelam, keras dan pedas. Kemampuan penulis yang menggiring pembaca, untuk berharap sang tokoh utama pada akhirnya menemukan kebahagiaan, yang membuat kita terhanyut dengan ceritanya. Aku bahkan hanya membutuhkan waktu dua jam saja untuk menamatkan buku ini.

Kekurangannya. Buku ini karya sastra yang diangkat dari realita kehidupan perempuan pada masyarakat Mesir. Jadi jangan berharap ada bumbu pemanis seperti cerita romance masa kini dalam buku ini. Ditambah narasi yang panjang dan berat membuat kita harus membacanya pelan-pelan agar bisa menikmati jalan ceritanya.

Namun, bagi yang ingin membaca karya sastra bermutu, yang isinya bukanlah cerita tanpa makna. Buku ini boleh dimasukan daftar baca, ya. Selamat membaca!

#SETIP day17



Monday, March 18, 2019 No komentar
Sudah dua hari sejak penembakan jamaah di Masjid Al Noor dan Linwood, christchurch, Selandia Baru pada jum'at 15/3/2019 lalu masih menyisakan kesedihan. Belum bisa move on rasanya membaca dan melihat tragedi yang menimpa saudara-saudara kami, yang tengah menunaikan salat jum'at tersebut.
Sumber Foto. News. Okezone.com
Peristiwa yang diperkirakan menewaskan sekitar 49 orang tersebut sontak menggegerkan dunia. Apalagi tempat kejadiannya di Selandia Baru yang selama ini relatif tidak terdengar huru-hara alias aman dan damai.

Jujur, aku merasa sedih dan terpukul. Atas nama kemanusiaan perbuatan tersebut tak bisa diterima. Walaupun tindakan brutal tersebut bukan yang pertama kali menimpa umat islam tetap saja hati rasanya sakit sekali. Hanya manusia biadab yang menyerang orang yang sedang beribadah. Manusia pengecut yang hanya berani melawan orang lengah dan mengotori tempat ibadah. Manusia yang buta mata hatinya karena diperbudak dendam kesumat.

Itulah teroris. Terorist is no religion. Pelaku teror meski merupakan penganut agama tertentu bisa dianggap sebagai orang tak bertuhan, karena tak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan demi mencapai tujuannya.

Dalam suasana masih merasa berduka, suamiku memberi nasihat bahwa, seharusnya aku tak boleh bersedih, karena insyaAllah mereka yang gugur pada peristiwa itu beroleh syahid. Hamba terpilih yang memperoleh kedudukan tinggi di sisi Allah.

Walaupun jiwa manusia kita mendidih, marah dan tidak terima melihat perbuatan tersebut, tetap saja mereka yang meninggal adalah orang-orang beruntung. Meninggal ketika sedang menunaikan salat, di tempat mulia dan pada hari jum'at pula, hari yang mulia.

Tangan teroris hanya dipinjam untuk mengantarkan mereka pada Allah saja. Sang teroris boleh jadi merasa bangga dan puas atas aksinya, tapi yang rugi sejujurnya adalah dia. Di samping semakin membuka mata dunia jika kata-kata teroris bukan disematkan manakala pelaku terornya orang islam saja, karena teroris bisa dari penganut agama mana pun juga.

Efek peristiwa tersebut kepada diriku adalah rasa gelisah. Ternyata sebagai muslim hidupku dari hari ke hari hanya begini-begini saja. Aku memang menunaikan salat, mengaji, puasa dan sedekah tapi hanya itu yang kulakukan. Apa yang telah kulakukan untuk menolong agama Allah ini boleh dibilang, ya, tidak ada. I do nothing.

Aku begitu larut dengan dunia dan hidupku sampai demikian abai berbuat sesuatu untuk menolong agama Allah ini. Termasuk mendalami atau mempelajarinya.

Yang terjadi padaku bisa jadi gambaran umum yang terjadi pada sebagian muslim. Makanya muslim di belahan bumi mana pun selalu mengalami penindasan. Alasannya karena umatnya sendiri yang menjauh dari agamanya.

Yah. Serangan di Selandia Baru bisa jadi adalah sinyal bagi muslim sedunia untuk kembali pada agamanya. Belajar lagi dan lebih nurut sama perintah Allah.

Dan sebagai penulis aku bisa memulainya dari banyak membaca buku-buku islam, mendalami sejarahnya yang gemilang agar bisa menyampaikan keagungan budaya dan ajarannya. I hope so

#SETIP day16

Sunday, March 17, 2019 No komentar
Dalam era media sosial masa ini, dan terutama ketika menghadapi tahun pemilihan presiden seperti sekarang. Kita dihadapkan pada situasi tidak menentu. Termasuk mudahnya berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya tersebar di mana saja, yang biasa kita kenal dengan sebutan hoax.

Sumber Foto. Pexels.com

Hoax adalah berita palsu yang terlihat seolah-olah benar. Sehingga, jika tidak berhati-hati bisa saja kita menjadi korban karena termakan berita palsu, atau justru yang terburuk justru menjadi penyebar berita tak benar tersebut.

Nah, agar acara bermedia sosial kita sehat dan terhindar dari menjadi penyebar hoax, ada baiknya melakukan hal-hal berikut ini :

1. Perbaiki Niat

Perbaiki niat sebelum mulai bermedia sosial. Bahwa, kita hanya akan menggunakan media sosial untuk tujuan kebaikan semata, menjalin silaturahmi dan pertemanan serta tidak dipakai buat menyebar berita bohong atau hal-hal yang menimbulkan perselisihan. Prinsipnya, kalau tidak mampu menyebarkan postingan bermanfaat, setidaknya status kita bisa menghibur dan tidak memancing permusuhan.

2. Bertanya Pada Diri Sendiri Apakah Postingan Ini Bermanfaat atau Tidak?

Sebelum posting sesuatu, sebaiknya bertanya pada diri dulu. Apakah postinganku ini membawa manfaat atau tidak? Menyinggung orang lain atau komunitas tertentu atau tidak? Menimbulkan perdebatan atau tidak? Hal ini perlu dilakukan demi menghindari timbulnya permusuhan, atau rasa tidak nyaman pengguna sosial media lainnya.

3. Cek Narasumber

Biasakan sebelum menyebar suatu berita, perhatikan dulu narasumbernya. Kalau ia aktif bermedia sosial, cek mulai dari foto profile dan status di linimasa orang tersebut. Hal ini dilakukan sebagai pertimbangan apa berita yang kita bagi bisa dipertanggung jawabkan kebenaran dan keabsahannya atau tidak.

4. Antisipasi Judul yang Bombastis

Biasanya untuk menarik minat pembaca, penulis entah artikel atau berita sering memberi judul yang provokatif. Di sinilah kita sebagai pembaca harus berhati-hati. Tidak ada salahnya mencari perbandingan dari media berbeda agar diperoleh berita yang sebenarnya.

5. Baca Secara Menyeluruh

Setiap berita sebaiknya dibaca secara menyeluruh, agar kita tidak salah menyimpulkan isinya. Setelah yakin beritanya bermanfaat dan tidak merugikan pihak mana pun baru boleh di share.

Demikian lima tips yang bisa dilakukan agar kita terhindar dari hoax. Semoga bermanfaat, ya!

#SETIP day15



Saturday, March 16, 2019 No komentar
Sudah sekitar dua minggu setelah aku merampungkan naskah buku soloku. Sejak saat itu tak banyak kegiatan tulis menulis yang kuikuti. Memang, aku masih ikut tantangan SETIP yang diselenggarakan estrilook.com.
Kari Umbit. Sumber Foto. Koleksi Pribadi
Di luar itu, tidak banyak kelas menulis yang kuikuti untuk bulan ini. Aku hanya mengikuti kelas “Menulis tiga bab yang menggugah” yang dimentori oleh ibu Rosi L. Simamora dan kelas menulis opini yang dimentori cikgu Anna Farida.

Jadi, boleh dibilang bulan ini aku lebih banyak bersantai. Sepertinya aku mengalami kelelahan mental yang lumayan berat, sehingga macam orang tak punya tenaga buat menulis.

Dari pada memaksakan diri menulis malah bikin senewen, lebih baik main di dapur. Masak-masak, terus posting resep masakan, deh!

Kali ini aku mau membagi resep kari umbut. Apa itu umbut?

Umbut adalah batang pucuk pohon yang masih muda. Tanaman yang biasanya diambil umbutnya adalah pohon kelapa atau kelapa sawit.

Kalau di kampung kami, sayur kari umbut umumnya menjadi jamuan saat upacara adat atau selamatan. Rasa umbut yang manis di campur labu dan ayam kampung. Menghasilkan cita rasanya yang nikmat sekali.

Oke, supaya aku enggak semakin melantur ke sana ke mari lebih baik kita langsung saja membuat kari umbutnya, ya.
Kari Umbut

Bahan:

- ½ kg umbut kelapa atau sawit
- Labu kuning
- Ayam kampung
- Santan kelapa

Bumbu yang dihaluskan:

- Bawang merah
- Bawang putih
- Cabai merah
- Jahe
- Kunyit
- Kemiri
- Jintan

Cara membuat:

- Tumis bumbu yang dihaluskan
- Masukan ayam kampung
- Tuang santan encer, masak sampai ayam      empuk
- Masukan umbut dan labu kuning
- Saat mendidih tuang santan kental
- Tunggu sampai masak. Tes rasa. Angkat

-Hidangkan dengan taburan bawang     goreng.

Kari umbut ini juga nikmat sekali jika disantap dengan ikan asin bilis goreng bersama sambal terasi. Apalagi makannya bersama keluarga besar atau teman-teman. Rasanya pasti menjadi lebih nikmat. Silakan dicoba, ya!

#SETIP day14



Tuesday, March 12, 2019 No komentar
Sungguh sulit menghentikan kebiasaan buruk. Apalagi jika kita merasa kebiasaan tersebut bukanlah perbuatan buruk, karena kebetulan lingkungan dan lingkaran pertemanan hampir semuanya berbuat demikian. Maka, semakin sulitlah kebiasaan tersebut dihentikan.

Salah satu kebiasaan buruk yang dimaksud adalah berkomentar nyinyir atau berdebat, silang sengketa, tentang berita selebriti atau persoalan pilihan presiden di media sosial.

Sumber Foto. Pexels.com

Memang, memutuskan tidak terlibat atau ikut-ikutan kebiasaan orang banyak, butuh tekad kuat. Semisal menyatakan diri tidak terlibat perdebatan tentang calon presiden. Pilihan ini biasanya akan membuat kita dicap macam-macam. Sok netral, abu-abu,  yang terparah ditakut-takuti tidak menjadi bagian kaum beriman.

Sulit memang. Padahal cuma masalah pilihan politik. Mengapa harus ditekan dan diancam. Padahal, untuk urusan memilih agama saja tidak boleh main paksa. Apalagi soal pilihan politik yang merupakan perkara biasa dalam suatu negara. Urusan dunia belaka. Orang mau pilih yang mana, ya, tergantung selera masing-masing orang saja.

Itu belum termasuk pernyataan menakut-nakuti. "Pilihan kita akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah kelak." Pendapat pendukung salah satu calon ini maksudnya, sih, bahasa propaganda untuk menakut-nakuti siapa saja yang tidak memilih jagoan yang bersangkutan, maka diakhirat kelak akan berhadapan dengan Allah, karena telah memilih pemimpin yang salah.

Masalahnya, bukankah tidak hanya perkara memilih pemimpin saja yang akan kita pertanggung jawabkan diakhirat kelak. Bukannya semua tindak-tanduk kita akan dimintai pertanggung jawaban juga? Termasuk kebiasaan suka nyinyir terhadap orang lain. Menghina dan menghujat pasangan calon lawan politik kita, menyebar berita yang belum jelas kebenarannya. Syukur kalau berita tersebut benar adanya. Kalau ternyata salah berarti kita sudah memfitnah pihak lain.

Makanya, dalam menghadapi situasi yang tidak menentu ini, aku lebih memilih diam saja. Bukan karena tidak punya pilihan. Namun, lebih kepada bersikap hati-hati. Menahan diri menyebarkan berita yang sumbernya meragukan. Tidak ikut campur membahas persoalan yang aku sendiri tidak punya pengetahuan dan tidak tahu persis permasalahannya apa. Dari pada salah ucap yang justru memperkeruh suasana, lebih baik diam saja. Jauh lebih aman.

Aku juga tidak menelan mentah-mentah berita yang kudengar dan kulihat. Karena aku berprinsip semua yang terjadi di muka bumi adalah ujian. Perbuatan buruk orang lain itu ujian bagi orang baik. Kalau kita melihatnya lantas kita mendoakan yang baik-baik untuknya. Orang baiknya lulus.

Akan tetapi, jika kita merasa diri lebih suci kemudian menggunjing, menghujat, menggosip dan menjelek-jelekkan oknum yang berbuat buruk tadi. Di situlah pahala kita yang dikumpul dengan susah payah berpindah ke orang yang kita komentari. Dengan kata lain, kita tidak lulus menghadapi keburukan orang lain. Astagfirullah.

Demikianlah. Dunia ini sudah tua. Kita dan orang lain sama-sama sedang menuju Allah untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita. Sebaiknya, selalu waspada dan mawas diri. Minimal kita berusaha tidak dengan sengaja menambah-nambah dosa, supaya selamat baik di dunia maupun akhirat kelak. Aamiin.

#SETIP day 13



Friday, March 08, 2019 No komentar
Tanggal 4 hari senin lalu, pengurus PKK dan GOW Barito Utara yang baru, dilantik oleh bupati Barito Utara, yaitu bapak Nadalsyah.

Sumber Foto. Koleksi pribadi

GOW yang merupakan akronim gabungan organisasi wanita tersebut adalah wadah pemersatu seluruh organisasi wanita yang terdiri dari 17 organisasi yang ada di Barito Utara.

Aku termasuk salah satu yang dilantik pada hari tersebut, adalah anggota GOW utusan dari Dharmayukti Karini Muara Teweh. Seharusnya, pada hari itu bukan hanya aku seorang yang menjadi utusan Dharmayukti Karini. Kebiasaan di GOW manapun, akan menerima tiga orang utusan dari setiap organisasi. Namun, karena sesuatu dan lain hal yang tidak kuketahui dengan jelas, hanya aku sendiri yang jadi wakil Dharmayukti Karini.

Sumber Foto. Koleksi Pribadi

Di satu sisi, aku tidak keberatan sendiri saja membaur dengan teman-teman baru di GOW. Buat kami yang hidupnya nomaden, menyesuaikan diri di mana saja adalah watak yang sudah melekat pada diri kami. Jadi tidak ada masalah meskipun tidak ada teman dari Dharmayukti Karini, aku yakin pasti mampu beradaptasi.

Namun, di sisi lain ada perasaan tidak nyaman yang menyergap diri sehubungan penunjukan diriku seorang yang menjadi utusan Dharmayukti Karini. Mengingat aku bukanlah senior di Dharmayukti Karini Muara Teweh.

Ada ibu Teguh istri hakim yang lebih senior dari pada aku, atau kak Diana senior dari istri staff serta merupakan tokoh penting di Muara Teweh yang seharusnya lebih berhak berada di posisiku. Aku sungguh tidak ingin membuat siapapun kecewa, dan berharap mereka pun mendapat kesempatan yang sama. Karena sejatinya semua orang butuh panggung untuk eksistensi diri.

Adapun susunan pengurus inti GOW periode 2018-2023, sebagai berikut :

Ketua   : Nilasari Sugianto Panala Putra, SH
Wk. Ketua I: Hj. Wolyani Setia Budi
Wk. Ketua II: Ir. Inriaty K. S.P. M.Ap
Wk. Ketua III: Hj. Herni Susanti S. SE, M.Ap
Sekretaris : Susan Paulina, ST
Wk. Sekretaris I: Doty Sinta. D. S. Hut, MP
Wk. Sekretaris II: Dewi Sumaida R.Amd.Keb
Wk. Sekretaris III: Elsiah, SE
Bendahara : Hatnaningsih, SP
Wk. Bebdahara : Hj. Suharty, SE

Bidang-bidang:

1. Bidang Organisasi
    Ketua  : Hj. Siti Nurul Yakin, S.Pd
    Wk. Ketua : Siti Nurleni, A.Md, Keb
    Sekretaris : Erni Herawati, SP, M.IP
    Anggota:
    1. Alberthin Silas Patiung
    2. Paridah Ardutama
    3. Susanti Ramadayani

2. Bidang Pendidikan
    Ketua : Eka Jupriansyah
    Wk. Ketua : Rusmiati Fakhri Fauzi
    Sekretaris : Golde Meyer, SPd. I
    Anggota :
    1. Maria Trinitas, S.Pd
    2. Raudhatul Zannah, S.Pd, M.Pd
    3. Susana Milawati, S.Pd

3. Bidang Kesejahteraan dan sosbud
    Ketua : Hj. Nuryana Mujeran, S.Pd
    Wk. Ketua : Pahrina B. S.Hut
    Sekretaris : Meditriana, S. Th
    Anggota:
    1. Rusmini Sulaeman
    2. Hj. Rusni
    3. Hj. Rujana Anggraini, SE

4. Bidang Ekonomi, koperasi
    Ketua : Hj. Erlawati Feri Kusmiadi
    Wk. Ketua: Rosi Wahyuni, SH
    Sekretaris : Migusbat Christy Roi.H. SE
    Anggota:
    1. Hj. Puransi Uwer
    2. Mariana Lukman Chandra, SP.d
    3. Emma Albert Tiki, S.Pd

5. Bidang Hukum
    Ketua: Mardha Fathiah, SH
    Wk. Ketua: Nenny Triastuti Wijaya
    Sekretaris : Elga Parman
    Anggota:
    1. Sanah Pahurun
    2. Zumiaty, SP
    3. Isnaniah, SE

6. Bidang Humas
    Ketua: Sri Rosa Yuluanita
    Wk. Ketua: Hj. Siti Nurjihati
    Sekretaris: Pdt. Tabitha D. Budi
    Anggota:
    1. Hj. Susi Nurul Anwar
    2. Nailil Fasihah, S.Pi, M.Si
    3. Hj. Era Santayani, SE

#SETIP day 12

Tuesday, March 05, 2019 No komentar
Kemarin tepatnya tanggal 2 maret 2019, aku, bu Teguh, mbak Selvie, ibu Rahimah istri KPA Muara Teweh dan Dina Tiara Ihsan menghadiri kegiatan seminar sehari bertajuk "Tampil Cantik dan Menarik dalam Berbicara di Depan Publik" yang diselenggarakan dalam rangka merayakan hari ulang tahun istri bupati Barito Utara, yaitu, Ny. Hj. Sri Hidayati Nadalsyah.

Sumber Foto. Koleksi Pribadi

Kegiatan tersebut istimewa karena menghadirkan pembicara yang terkenal pakar di bidang public speaking, yaitu Dra. Indah S. Dewi Soekotjo, MSc, yang mana dalam kesempatan tersebut, ibu Indah menyampaikan tentang tiga hal yang harus dikuasai seseorang jika ingin menjadi public speakers , yaitu :

Sumber Foto. Koleksi Pribadi

1. Tiga V

-Verbal, dalam artian seorang pembicara yang baik harus menguasai teknik berbicara di depan umum, agar audience merasa betah mendengar penjelasannya dan materi yang disampaikan pun mudah diterima.

- Vokal, salah satu poin pokok yang menunjang performa seorang pembicara adalah, penguasaan teknik vokal menggunakan pernapasan diafragma, yang menggunakan otot untuk memaksa udara dari paru-paru ke pita suara. Teknik ini tujuannya agar suara lebih jelas dan memaksimalkan pernapasan.

- Visual, yang tak kalah penting yang harus diperhatikan seorang pembicara adalah menjaga penampilan. Keserasian dan kesesuaian kostum dengan acara, serta penggunaan make up yang tidak berlebihan bagi perempuan. Sehingga penampilan seorang public speaker nyaman dan indah dipandang mata.

2. 5W + 1H

Seorang pembicara tentu saja harus menguasai materi yang hendak disampaikan dengan baik. Sebagai panduan persiapan, kuasai materi berdasarkan 5W+1H, yaitu, what, who, when, where, why dan how.

3. PIK/PIP

Pik adalah akronim dari pembukaan, isi dan kesimpulan. Kuasai ketiganya niscaya penyampaian materi akan lancar.

Demikian hasil seminar sehari yang kami hadiri beberapa waktu lalu. Semoga bermanfaat, ya!

#SETIP day 11

Monday, March 04, 2019 No komentar
Pada tanggal 15 bulan lalu Dharmayukti Karini Muara Teweh, menyelenggarakan musyawarah cabang VI, dengan tema "Melalui Musyawarah Cabang VI Dharmayukti Karini 2018, Kita Revitalisasi Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi."

Sumber Foto. Koleksi Pribadi

Musyawarah cabang ini dilaksanakan mengacu pada hasil musyawarah daerah yang diselenggarakan di Palangka Raya pada tanggal 17 Januari 2019, untuk memilih pengurus baru yang akan melaksanakan program kerja Dharmayukti Karini.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Pengadilan Negeri Muara Teweh tersebut dihadiri bapak pelindung Dharmayukti Karini Muara Teweh, yaitu, Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Agama Muara Teweh, beberapa orang hakim, pejabat fungsional dan struktural di lingkungan Pengadilan Negeri, pengurus dan anggota Dharmayukti cabang Muara Teweh.

Acara yang dimulai dengan pembukaan, kemudian menyanyikan hymne dan mars Dharmayukti Karini yang dipandu nona Maryanti. Selanjutnya sambutan ketua panitia acara yang disampaikan oleh Ny. Golde Meyer Kindangen Rezani, SPd.I, dan kemudian sambutan ketua Dharmayukti Karini Muara Teweh oleh Ny. Juli Anna Ingrid M.I. Cipto H.P. Nababan, S.Si.

Acara musyawarah cabang VI tersebut akhirnya resmi dibuka oleh bapak pelindung Dharmayukti Karini Muara Teweh, yaitu bapak Cipto H.P. Nababan yang dalam sambutannya beliau menyatakan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Dharmayukti Karini, dan berharap pengurus yang baru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kegiatan kemudian berlanjut pada sidang komisi dan pleno yang menghasilkan, rumusan program kerja dan susunan pengurus Dharmayukti Karini periode berikutnya, serta ditutup dengan acara penutupan musyawarah cabang VI.

Alhamdulillah, berkat kerjasama dan dukungan semua pihak. Kegiatan musyawarah cabang VI Dharmayukti Karini Muara Teweh dapat berjalan lancar dan sukses.

Selamat kepada pengurus baru yang terpilih, dan semoga sukses menjalankan tugas untuk periode berikutnya, ya!

#SETIP day 10

Sunday, March 03, 2019 No komentar
Beberapa hari ini sliweran quotes-quotes tentang utang di laman media sosialku. Quotes yang rata-rata bernada sindiran tersebut, mengisyaratkan satu hal yang sama. Tingkah para pengutang yang tidak kunjung membayar utangnya, atau enggan membayar kecuali ditagih dahulu.

Sumber Foto. Pexels.com

Dari status orang-orang tersebut dapat disimpulkan tabiat para peminjam duit atau pengutang zaman ini. Memasang tampang memelas dan meminta dikasihani saat pinjam uang. Namun ketika waktunya membayar malah menunda-nunda atau pura-pura lupa. Padahal boleh jadi yang meminjamkan uang tersebut sama butuhnya terhadap uang itu.

Nah, agar hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam tidak berakhir buruk. Ada baiknya pihak yang berutang melakukan hal-hal berikut ini :

1. Niat Baik

Siapa pun yang berutang harus punya niat baik. Meminjam uang dengan maksud akan mengembalikannya. Karena tindakan biasanya berdasarkan niat si pelaku. Demikian halnya dengan perkara hutang-piutang. Orang yang berniat membayar utang pasti akan diberi kemudahan untuk segera melunasi pinjamannya, karena baginya utang itu beban yang dapat mengganggu kenyamanan hidup jika tidak segera dibayar

2. Jangan Gampang Berutang

Sudah banyak contoh dalam kejadian sehari-hari. Ada orang yang hidupnya kacau gara-gara utang. Sering berbohong hanyalah sedikit dari banyak contoh tabiat orang yang dililit utang, hidup dalam kegelisahan hingga rumah tangga yang tidak tenang. Oleh karena itu, hendaklah kita menghindar sifat suka berutang ini supaya hidup kita damai dan tenteram.

3. Jangan Menghindar Pemberi Utang

Ada beberapa orang yang memasang tampang memelas saat meminjam uang, tetapi menghindar bertemu si pemberi utang setelahnya. Sebaiknya, jika belum mampu membayar sejumlah pinjaman, katakan alasan sebenarnya dan tidak berbohong, apalagi sampai memutuskan kontak dengan pengutang.

4. Catat Jumlah Utang

Jangan lupa untuk mencatat utang yang kita pinjam, agar tidak ada pihak yang dirugikan. Kalau lupa mencatat dan tidak ingin mengambil hak orang lain. Tidak ada salahnya membayar lebih dari yang seharusnya. Itu jauh lebih menentramkan.

5. Bayar Utang Segera Saat Punya Uang

Salah satu perbuatan yang disukai para pemberi pinjaman adalah orang yang berutang segera melunasi pinjamannya setelah memiliki uang. Yang meminjamkan uang tidak kapok dan hubungan baik kita dan orang lain pun tak rusak gara-gara utang.

6. Utang akan Dibawa Mati

Hal penting yang harus diingat, utang akan dibawa mati. Dari pada hidup tersiksa di akhirat karena utang, lebih baik kita tuntaskan selama hidup di dunia. Bayar utang selagi diberi umur buat hidup.

7. Berdoa

Hal terakhir jangan lupa terus berdoa sungguh-sungguh kepada Allah SWT agar dimudahkan membayar utang. Memohon dengan sangat supaya tidak dicabut nyawa dari raga kita sebelum melunaskan semua utang-utang.

Demikianlah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan para pengutang, agar utang yang diambil tidak merusak hubungan dengan orang lain.

#SETIP day9




Saturday, March 02, 2019 2 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me
Hai, nama saya Golde. Saya IRT satu orang putra, yang serius menekuni dunia menulis sejak tahun 2018. Saya telah menulis sebuah buku solo, beberapa buah antologi, dan menjadi penulis artikel lepas untuk media online.

Follow Us

Labels

about me Aktivitas Blogging Cerbung Cerpen Cooking Curhatku Drama Korea Family Food Inspirasi Kesehatan Keuangan kontak saya Movie Parenting Prosa Review Training Traveling Writing

recent posts

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2020 (10)
    • ▼  October (5)
      • Perayaan Hut Dharmayukti Karini ke-18 Oleh Dharma...
      • Tips Menyiapkan Anak saat Pindah Tempat Tinggal
      • Membentuk Pola Belajar Pada Anak
      • Saya Ibu Rumah Tangga dan Saya Istimewa
      • Hikmah Corona: Bahagia Mendampingi Anak Belajar di...
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (70)
    • ►  September (1)
    • ►  May (9)
    • ►  April (5)
    • ►  March (15)
    • ►  February (10)
    • ►  January (30)
  • ►  2018 (25)
    • ►  November (4)
    • ►  October (21)
  • ►  2017 (2)
    • ►  November (2)

One Day One Post Estrilook

One Day One Post Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Blogger Squad Estrilook

Followers

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose