Tradisi Pukung Bayi pada Suku Dayak, Paser dan Banjar. Sekilas Terlihat Kejam, tapi Membuat Bayi Tidur Pulas, Loh!

by - Tuesday, February 26, 2019

Punya bayi yang dapat tidur dengan nyenyak adalah harapan semua ibu. Terutama bagi mereka, yang mengasuh dan mengerjakan tugas-tugas rumah tangga tanpa bantuan siapa pun.

Sumber Foto. Grami.me

Namun, adakalanya bayi menjadi rewel dan sangat menuntut perhatian. Sulit ditidurkan atau bahkan tak mau ditinggal. Hal ini tentu saja sangat merepotkan. Mengingat tugas seorang ibu rumah tangga bukan hanya mengasuh bayi semata. Tapi, memastikan kesejahteraan seluruh anggota keluarga, dan memelihara rumah beserta isinya.

Makanya, wajar jika para ibu ingin bayi mereka dapat tidur pulas dalam waktu lama, agar si ibu dapat menunaikan tugas rumah tangga, seperti memasak dan beres-beres rumah tanpa gangguan.

Nah, dalam masyarakat Dayak, Paser dan Banjar metode membuat bayi tidur pulas disebut pukung.

Pukung atau bepukung adalah teknik melelapkan bayi agar tidurnya nyenyak dan lama. Adapun cara mempukung, yaitu, dengan merebahkan bayi dalam ayunan, kemudian angkat badan bayi dan sangga dengan lutut. Rapikan kain ayunan di badan bayi. Lipat kedua tangan si anak dan ikat sedemikian rupa, mulai dari punggungnya hingga leher dengan kain, atau selendang yang sudah disiapkan. Pastikan telinga bayi tidak terlipat, dan ikatannya tidak terlalu kuat. Sehingga bayi masih bebas bernafas. Biasanya, tak memerlukan waktu lama cara ini mampu membuat bayi tidur nyenyak.

Sepintas, pukung ini terlihat kejam dan membahayakan bayi. Namun sejauh ini belum terdengar ada anak celaka akibat di pukung. Justru yang ada si bayi malah tidur nyenyak jika menggunakan cara ini. Boleh jadi, karena pukung membuat anak tak bebas bergerak, sehingga dia tak punya pilihan lain kecuali tidur.

Akan tetapi. Meskipun pukung hal yang biasa dilakukan oleh suku Dayak, Paser dan Banjar. Tak semua bayi bisa dilelapkan dengan teknik ini. Hanya bayi yang sudah mampu mengangkat kepala, atau berusia sekitar 3 bulan hingga 1 tahun saja, yang boleh di pukung.

Selain itu, tak sembarang orang, loh, boleh melakukan pukung ini. Hanya mereka yang menguasai tekniknya saja, yang boleh menggunakan cara tersebut.

Nah, tertarik mempukung bayi? Boleh saja asal kuasai dulu tekniknya dengan benar, ya. Supaya bayinya tetap aman dan nyaman.

#SETIP day8

You May Also Like

0 komentar