Muara Teweh

by - Saturday, October 13, 2018

Dear Bloggers!

Kali ini aku mau cerita sedikit tentang kota tempat tinggalku saat ini, ya.

Sudah dua tahun kami pindah ke Muara Teweh, yaitu, salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang ibukotanya, Barito Utara. Kepindahan itu sendiri karena mengikuti suami yang mutasi.




Tadinya, sempat terlintas dalam hati, tak ingin berdomisili di Muara Teweh. Alasannya, karena letaknya yang berada dipojok serba jauh dari mana-mana, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kota. Bahkan untuk tiba di Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah saja, harus menempuh perjalanan sekitar 7-9 jam. Lumayan capek.

Namun, takdir rupanya berkata lain. Pada saat hasil TPM ( tim promosi dan mutasi) suami keluar. Ternyata, Muara Teweh adalah tempat menuju yang tertera di SK suami.

Ya, mau gimana lagi.

Meskipun sempat kecewa sedikit, kami berbaik sangka saja. Karena, kepindahan terjadi secara alami, dalam artian suami tidak mengurus kepindahan ini, melainkan menyerahkannya saja kepada negara. Berarti tertulisnya Muara Teweh sebagai tanah air berikutnya adalah bagian dari rencanaNYA. Jadi, ya ikhlasi sajalah. Karena rencana Allah pasti yang terbaik.

Kemudian, sebulan setelah menerima SK, tepatnya bulan Februari 2016 kami pun pindah ke Muara Teweh. Tanah harapan yang baru.

Dan, ketika tiba di sini kami baru tahu, kalau jarak tempuh jika hendak mudik ke desa Sawit Jaya kampung halamanku di Kalimantan Timur sana, atau pulang kampung ke Martapura kampungnya suami di Kalimantan Selatan, ternyata hampir sama. Memakan waktu sekitar 8-10 jam perjalanan.

Berarti kami berada di tengah-tengan, antara Kalimantan Timur dan Selatan. Subhanallah. Maha Adil Allah yang memilihkan tempat ini sebagai tempat tinggal kami.

Kesan pertama. Kotanya memang lebih kecil di banding Singkawang, tempat tinggal kami sebelumnya. Tapi bersih dan rapi. Deretan pepohonan hijau yang banyak menghiasi sisi jalan membuat suasana terasa adem.

Kota Muara Teweh itu tenang dan damai. Dengan udaranya bersih, hampir-hampir tidak ada polusi. Kecuali, pas musim kemarau ada yang bakar hutan, baru udaranya terasa menyesakkan, karena asap. Diluar itu, udaranya bersih dan segar.

Disamping suasana kotanya yang nyaman. Yang tak kalah penting juga, di Muara Teweh kebutuhan hidup terjangkau. Kebutuhan akan sayur dan ikan sungai, melimpah. Sayur-sayuran yang biasa dikonsumsi saat masih kecil, dan keberadaannya mulai langka seperti, terong asam, sawi pahit (jabung), umbut riwak (juak) yang pahit, bayam merah, masih banyak di jual disini.

Belum lagi ikannya. Sungai Barito yang mengalir mengintari sebagian kota Teweh, merupakan rumah berbagai jenis ikan, penyedia sumber protein yang sehat. Disini kita akan menemukan banyak ikan sungai besar seperti, Jelawat, tapah, lawang, patin sungai dll. Selain rasa dagingnya yang manis, baunya pun tidak amis. Jadi, cukup di olah dengan cara di panggang, di goreng atau di tim dengan bumbu minimalis sudah terasa enak.



Yang terakhir soal kuliner. Untuk kuliner di Muara Teweh tak berbeda jauh dengan daerah asal kami, Kalimantan Timur dan suami yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan.

Kontra dengan tempat tinggal kami sebelumnya, yang selera makanannya banyak yang tidak cocok di lidah.

Muara Teweh sebaliknya, berhubung sebagian penduduknya adalah orang banjar, sehingga menu orang banjar seperti soto banjar, pais patin, sayur karuh, sayur asam banjar, itik panggang, nasi kuning ikan haruan banyak dijual di tempat ini. Makanya, kuliner daerah sini langsung cocok dengan selera kami.


Demikianlah, tempat yang tadinya kurang kami minati, justru menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Dan jangan lupa, kota ini juga yang bertanggung jawab terhadap kenaikan berat badanku. Saking banyaknya makanan enak disini, bobotku langsung melonjak dari 53kg menjadi 60kg selama dua tahun hidup di Teweh. Membuat perasaan jadi mendua, bahagia dengan keadaan kota ini, disisi lain sedih juga, karena timbangan yang tak kunjung ke kiri. Hiks! Oh, tidak!

Okeh, sekian dulu cerita dariku ya. Salam dari Muara Teweh buat semua.

#Postingan ini diikutsertakan dalam one day one post bersama Estrilook Community


You May Also Like

0 komentar